Pages

Terminal Teluk Lamong, Green Port Kebanggaan Indonesia dan Dunia



Terminal Teluk Lamong dibangun pada akhir tahun 2010 dan tahap pertama pembangunan diselesaikan pada tahun 2014. Perlayanan kapal domestik pertama dilakukan pada bulan Nopember 2014 dan pelayanan kapal internasional pada 22 Mei 2015 bersaamaan dengan peresmiannya oleh Presiden RI, Joko Widodo. Pada hari tersebut, Presiden Jokowi juga meresmikan “Greater Surabaya Metropolitan Port (GSMP)”, spesifik pada pendalaman dan pelebaran Alur Pelayaran Barat Surabaya ( APBS ), yang dilakukan oleh Pelindo III.
Sebelum adanya proyek GSMP, alur pelayaran barat Surabaya berada pada kedalaman 9,5 meter dengan lebar 100 meter. Pada tahap pertama, pengerukan alur pelayaran barat Surabaya dilakukan hingga kedalaman 13 meter dan lebar 150 meter. Sedangkan pada tahap kedua, kedalaman alur menjadi 16 meter dengan lebar alur 200 meter. Hal tersebut memberi keuntungan bukan hanya untuk Pelindo III namun untuk pelabuhan swasta lain di sepanjang perairan Tanjung Perak,  sehingga kapal – kapal berukuran besar pun dapat bersandar dengan aman.
Pelindo III memiliki 17 Cabang dan 11 anak perusahaan tersebar di seluruh Indonesia. TTL merupakan karya anak bangsa. Ditengah maraknya pelabuhan yang bekerjasama dengan pihak asing, TTL dibangun oleh sinergi BUMN ( Badan Usaha Milik Negara ) dengan program “ berbakti untuk negeri “. Kepemilikan saham TTL, 99,5% milik Pelindo III dan 0,05% koperasi pegawai Pelindo III.
TTL merupakan terminal berkonsep ramah lingkungan dan berteknologi semi – otomatis pertama di Indonesia. TTL memiliki 2 dermaga yaitu dermaga petikemas sepanjang 500 meter dan dermaga curah kering sepanjang 250 meter.
TTL memiliki 4 (empat) tahap pembangunan dan pada tahun 2017 sedang berada pada tahap kedua. Dermaga curah kering yang kini mulai dioperasikan memiliki panjang 250 meter dan lebar 80 meter. Luasan tersebut akan diperpanjang menjadi 500 meter pada pembangunan tahap berikutnya. Kedalaman dermaga curah kering Terminal Teluk Lamong mencapai -14 LWS (14 meter) sehingga dapat menampung kapal berjenis Panamax berkapasitas 50.000 – 80.000 DWT (Dead Weight Ton). 
TTL menampilkan diri sebagai terminal ramah lingkungan karena seluruh kegiatan pelayanan di Terminal menggunakan energi ramah lingkungan. Peralatan yang digunakan di TTL berbahan bakar listrik dan gas, antara lain :
1.   Truk berbahan bakar CNG ( Compressed Natrium Gas )
2.  Automated Stacking Crane (ASC) : Alat penumpukan atau Crane di CY (Container Yard) bertenaga listrik dan semi – otomatis. ASC memiliki kecepatan 2,7 x lebih cepat dari Rubber Tyred Gantry (RTG) di terminal konvensional. Pada pergerakan di CY, ASC bergerak dan melakukan lift on dan lift off secara sistem. Tanpa dioperasikan oleh manusia. Sedangkanpada area receiving & delivery,  ASC digerakkan oleh operator yang berada di atas tower menggunakan komputer dan stick penggerak berdasarkan layar monitor. Kecepatan dan ketepatan pelayanan dapat dilakukan karena ASC dapat melakukan perpindahan petikemas secara otomatis melalui sistem.
3.  Ship to Shore (STS) : TTL memiliki 10 STS di dermaga untuk melayani kapal domestik dan internasional. Kemampuan angkat STS adalah 35box / jam, dan berkemampuan twin lift  (mampu mengangkat 2x20 feet sekaligus ). STS TTL bertenaga listrik sehingga mendukung TTL untuk melakukan kegiatan ramah lingkungan.
4.  Combined Terminal Tractor (CTT) dan Docking System : CTT merupakan truk otomasi yang digunakan untuk mengangkut petikemas dari dan ke kapal. CTT memiliki sensor yang dapat menangkap sinyal secara cepat tanpa pengemudi. Chasis truk CTT bersifat hidrolis sehingga mudah untuk meletakkan petikemas di docking systemDocking system merupakan fasilitas baru dipelabuhan dan TTL adalah satu – satunya terminal di dunia yang memiliki alat tersebut. Fasilitas docking mempermudah dan mempercepat peletakan petikemas ke lapangan penumpukan.
5.   Grab Ship Unloader (GSU) : TTL memiliki 2 unit GSU yang digunakan untuk melakukan bongkar curah kering. Pada pelayanan curah kering, TTL sebagai terminal ramah lingkungan hanya melayani komoditi food dan feed grain. GSU berkapasitas 2000 ton/ jam dan menggunakan tenaga listrik. 
6.  Conveyor : Conveyor mempermudah kecepatan dan ketepatan pelayanan curah kering TTL. Conveyor akan membawa dan melakukan penumpukan curah kering secara otomatis dari kapal ke gudang. Setelah melalui conveyor, muatan yang dibongkar akan langsung menuju cylo atau gudang penyimpanan. Kapasitas gudang penyimpanan di lahan curah kering Terminal Teluk Lamong yaitu 120.000 ton, sedangkan cylo berkapasitas 80.000 ton sehingga kapasitas gudang penumpukan adalah 200.000 ton. Komoditi pangan yang dapat disimpan di cylo berupa butiran seperti kedelai, jagung, beras, dll. Gudang penumpukan digunakan untuk menyimpan komoditi berupa serbuk seperti soya bean meal (SBM), raw sugar, dll.
7. PLTMG : Pada tahun 2016, TTL mendirikan anak perusahaan pertama bernama PT Lamong Energi Indonesia (LEI) bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG). PT LEI dibangun untuk memenuhi pasokan listrik TTL, saat ini TTL memiliki 2 mesin PLTMG dengan kapasitas masing-masing 3,3 MW dan akan diperbesar seiring dengan perkembangan bisnis TTL. 


Pada usia keempat ini, TTL telah mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain :
1. Second Place Best IT System Indonesia Best e-Corp 2015  Majalah SWA
2. Certifiication of Merit - Enviromental Management 2015 - East Java Governor
3.  Marketeers of The Year 2016 for Infrastructure - Markplus Inc.
4.  Certifiication of Merit -Enviromental Management 2016 - East Java Governor
5. Rilis teraktif & terbanyak dalam Pelindo III Groups - Workshop PR Pelindo 3 Groups, Maret 2016
6.  The Best PR Performance,  Pelindo III Groups - Workshop PR Pelindo 3 Groups, Juni 2016
7. The Best Photography, Pelindo III Groups - Workshop PR Pelindo 3 Groups, September 2016
8. The Most Promising Company in Tactical Marketing - BUMN Award Bronze Winner
9.  The Most Promising Company in Marketing 3.0 - BUMN Award -Silver Winner
10. Penerapan ISPS Code Tercanggih Di Indonesia - US Coast Guard - Ocean Week

Fahmi Adimara

I'm a Travel Photographer. I'm passionate at Mountaineering, Traveling, and Diving. This blog is a place where I want to share all the things I love.

No comments:

Post a Comment