Pages

Discover Terminal Teluk Lamong



Kemarin beruntung banget bisa diundang resmi oleh salah satu perusahaan plat merah yang sangat keren di Surabaya, Terminal Teluk Lamong. Kali itu aku beruntung menjadi salah satu travel influencer yang diundang bersama beberapa blogger dari penjuru Nusantara. 

Tepat pada tanggal 6 Desember 2017, hari pertama aku sangat excited banget! Gimana ga seneng masuk sini kalo ga ada urusan penting banget ga bakalan bisa masuk. Jadi melalui kesempatan kali ini aku akan memaksimalkannya. 

Pada pagi hari aku udah niat banget sehabis sholat subuh langsung nancap gass motor menuju Hotel Pop Gubeng, dengan pertimbangan menurut rundown setelah berkeliling di TTL (Terminal Teluk Lamong) kami para peserta mendapat fasilitas istirahat di Hotel Pop Gubeng. 

Sesampainya di Hotel Pop Gubeng, aku langsung lari menuju lobby hotel untuk memesan Go-Jek untuk mengantarkanku menuju meeting point pertama di KFC A. Yani. Dan sesampainya disana ternyata aku terlalu pagi haha. Dan harus menunggu sekitar 1,5 jam untuk bertemu teman-teman lainnya. Beruntungnya pagi hari dapat sarapan gratis dari panitia dengan syarat makanan yang aku beli di KFC bisa di re-imburse alhamdulillah mahasiswa ga ngeluarin duit lagi hehe

Setelah memesan makanan dan nyolokkan charger di pojokan KFC, akhirnya teman-teman dari Jogja, Madura dan Surabaya berdatangan satu persatu. Setelah berkenalan satu sama lain kami dijemput oleh kendaraan yang akan mengantarkan kami ke Terminal Teluk Lamong. 


Perjalanan kami tempuh sekitar 1,5 jam karena saat itu mini bus yang kami tumpangi harus menerjang keramaian macet. Saat itu aku gunakan waktu dengan sebaik-baiknya, yaitu tidur haha. Maklum semalam kurang tidur karena harus ngejar deadline kerjaan seabrek.

Sampainya di Terminal Teluk Lamong, para peserta disambut oleh Kepala Humas TTL, Mas Reka Yusmara. 



Lalu diperkenalkan kepada para jajaran Direksi dan seluruh manajer mengikuti Bike to Work. Kegiatan Bike to Work ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Rabu di lingkungan Pelindo III. TTL sebagai salah satu anak perusahaan Pelindo III, mengemas kegiatan tersebut sebagai ajang untuk menjalin kebersamaan antara pejabat struktural dan pegawai TTL. Rute Bike to Work TTL dibuat beragam setiap minggunya, rute mayoritas adalah dari kawasan wisata di kota Gresik menuju TTL.



Selain menikmati health and fun dari Bike to Work, kegiatan tersebut diselingi dengan aktivitas bermanfaat seperti inspeksi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di kawasan pelabuhan menggunakan sepeda. Direksi, pejabat struktural dan staff terkait TTL melakukan kegiatan inspeksi K3 dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan  dan kebersihan di lingkungan TTL. “Pegawai TTL berjiwa muda dan antusias sehingga energi besar tersebut harus dimanfaatkan untuk lebih sehat dan fun melalui Bike to Work”, jelas Eko Hariyadi. Direktur SDM, Keuangan dan Umum TTL. 

Selanjutnya setelah bertemu para rombongan Bike to Work ini kami diajak jalan-jalan menuju beberapa spot tempat kerja para karyawan Terminal Teluk Lamong. Ditengah-tengah penjelasan singkat kami disambut juga oleh Dirut TTL, Ibu Dothy. 



Setelah capek berkeliling, para peserta diarahkan menuju salah satu ruangan meeting yang nantinya akan ada pemaparan materi dari pihak Terminal Teluk Lamong. Gampangnya sharing session lah hehe

Jadi, materi sharing session tersebut menjelaskan bahwa Pelindo III merupakan salah satu BUMN yang bergerak dibidang kepelabuhanan dengan 7 wilayah kerja dimana mayoritas berada di Indonesia Timur. Prosentase angka perekonomian dan industri di Jawa Timur pada tahun 2007 – 2014 selalu lebih tinggi dari pada angka nasional. Arus perputaran barang dari dan ke Jawa Timur semakin padat melewati pelabuhan Tanjung Perak. Peningkatan arus barang tersebut berupa petikemas, curah kering, curang cair dan general cargo. Kepadatan arus barang tersebut mendorong Pelindo III untuk membangun pelabuhan lain di wilayah perairan Tanjung Perak dengan konsep berbeda dengan pelabuhan yang sudah ada sebelumnya.




Terminal Teluk Lamong dibangun pada akhir tahun 2010 dan tahap pertama pembangunan diselesaikan pada tahun 2014. Perlayanan kapal domestik pertama dilakukan pada bulan Nopember 2014 dan pelayanan kapal internasional pada 22 Mei 2015 bersaamaan dengan peresmiannya oleh Presiden RI, Joko Widodo. Pada hari tersebut, Presiden Jokowi juga meresmikan “Greater Surabaya Metropolitan Port (GSMP)”, spesifik pada pendalaman dan pelebaran Alur Pelayaran Barat Surabaya ( APBS ), yang dilakukan oleh Pelindo III.
Sebelum adanya proyek GSMP, alur pelayaran barat Surabaya berada pada kedalaman 9,5 meter dengan lebar 100 meter. Pada tahap pertama, pengerukan alur pelayaran barat Surabaya dilakukan hingga kedalaman 13 meter dan lebar 150 meter. Sedangkan pada tahap kedua, kedalaman alur menjadi 16 meter dengan lebar alur 200 meter. Hal tersebut memberi keuntungan bukan hanya untuk Pelindo III namun untuk pelabuhan swasta lain di sepanjang perairan Tanjung Perak,  sehingga kapal – kapal berukuran besar pun dapat bersandar dengan aman.
Pelindo III memiliki 17 Cabang dan 11 anak perusahaan tersebar di seluruh Indonesia. TTL merupakan karya anak bangsa. Ditengah maraknya pelabuhan yang bekerjasama dengan pihak asing, TTL dibangun oleh sinergi BUMN ( Badan Usaha Milik Negara ) dengan program “ berbakti untuk negeri “. Kepemilikan saham TTL, 99,5% milik Pelindo III dan 0,05% koperasi pegawai Pelindo III.
TTL merupakan terminal berkonsep ramah lingkungan dan berteknologi semi – otomatis pertama di Indonesia. TTL memiliki 2 dermaga yaitu dermaga petikemas sepanjang 500 meter dan dermaga curah kering sepanjang 250 meter.
TTL memiliki 4 (empat) tahap pembangunan dan pada tahun 2017 sedang berada pada tahap kedua. Dermaga curah kering yang kini mulai dioperasikan memiliki panjang 250 meter dan lebar 80 meter. Luasan tersebut akan diperpanjang menjadi 500 meter pada pembangunan tahap berikutnya. Kedalaman dermaga curah kering Terminal Teluk Lamong mencapai -14 LWS (14 meter) sehingga dapat menampung kapal berjenis Panamax berkapasitas 50.000 – 80.000 DWT (Dead Weight Ton). 
TTL menampilkan diri sebagai terminal ramah lingkungan karena seluruh kegiatan pelayanan di Terminal menggunakan energi ramah lingkungan. Peralatan yang digunakan di TTL berbahan bakar listrik dan gas, antara lain :
1.   Truk berbahan bakar CNG ( Compressed Natrium Gas )
2.  Automated Stacking Crane (ASC) : Alat penumpukan atau Crane di CY (Container Yard) bertenaga listrik dan semi – otomatis. ASC memiliki kecepatan 2,7 x lebih cepat dari Rubber Tyred Gantry (RTG) di terminal konvensional. Pada pergerakan di CY, ASC bergerak dan melakukan lift on dan lift off secara sistem. Tanpa dioperasikan oleh manusia. Sedangkanpada area receiving & delivery,  ASC digerakkan oleh operator yang berada di atas tower menggunakan komputer dan stick penggerak berdasarkan layar monitor. Kecepatan dan ketepatan pelayanan dapat dilakukan karena ASC dapat melakukan perpindahan petikemas secara otomatis melalui sistem.
3.  Ship to Shore (STS) : TTL memiliki 10 STS di dermaga untuk melayani kapal domestik dan internasional. Kemampuan angkat STS adalah 35box / jam, dan berkemampuan twin lift  (mampu mengangkat 2x20 feet sekaligus ). STS TTL bertenaga listrik sehingga mendukung TTL untuk melakukan kegiatan ramah lingkungan.
4.  Combined Terminal Tractor (CTT) dan Docking System : CTT merupakan truk otomasi yang digunakan untuk mengangkut petikemas dari dan ke kapal. CTT memiliki sensor yang dapat menangkap sinyal secara cepat tanpa pengemudi. Chasis truk CTT bersifat hidrolis sehingga mudah untuk meletakkan petikemas di docking systemDocking system merupakan fasilitas baru dipelabuhan dan TTL adalah satu – satunya terminal di dunia yang memiliki alat tersebut. Fasilitas docking mempermudah dan mempercepat peletakan petikemas ke lapangan penumpukan.
5.   Grab Ship Unloader (GSU) : TTL memiliki 2 unit GSU yang digunakan untuk melakukan bongkar curah kering. Pada pelayanan curah kering, TTL sebagai terminal ramah lingkungan hanya melayani komoditi food dan feed grain. GSU berkapasitas 2000 ton/ jam dan menggunakan tenaga listrik. 
6.  Conveyor : Conveyor mempermudah kecepatan dan ketepatan pelayanan curah kering TTL. Conveyor akan membawa dan melakukan penumpukan curah kering secara otomatis dari kapal ke gudang. Setelah melalui conveyor, muatan yang dibongkar akan langsung menuju cylo atau gudang penyimpanan. Kapasitas gudang penyimpanan di lahan curah kering Terminal Teluk Lamong yaitu 120.000 ton, sedangkan cylo berkapasitas 80.000 ton sehingga kapasitas gudang penumpukan adalah 200.000 ton. Komoditi pangan yang dapat disimpan di cylo berupa butiran seperti kedelai, jagung, beras, dll. Gudang penumpukan digunakan untuk menyimpan komoditi berupa serbuk seperti soya bean meal (SBM), raw sugar, dll.
7. PLTMG : Pada tahun 2016, TTL mendirikan anak perusahaan pertama bernama PT Lamong Energi Indonesia (LEI) bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG). PT LEI dibangun untuk memenuhi pasokan listrik TTL, saat ini TTL memiliki 2 mesin PLTMG dengan kapasitas masing-masing 3,3 MW dan akan diperbesar seiring dengan perkembangan bisnis TTL. 

Pada usia keempat ini, TTL telah mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain :
1. Second Place Best IT System Indonesia Best e-Corp 2015  Majalah SWA
2. Certifiication of Merit - Enviromental Management 2015 - East Java Governor
3.  Marketeers of The Year 2016 for Infrastructure - Markplus Inc.
4.  Certifiication of Merit -Enviromental Management 2016 - East Java Governor
5. Rilis teraktif & terbanyak dalam Pelindo III Groups - Workshop PR Pelindo 3 Groups, Maret 2016
6.  The Best PR Performance,  Pelindo III Groups - Workshop PR Pelindo 3 Groups, Juni 2016
7. The Best Photography, Pelindo III Groups - Workshop PR Pelindo 3 Groups, September 2016
8. The Most Promising Company in Tactical Marketing - BUMN Award Bronze Winner
9.  The Most Promising Company in Marketing 3.0 - BUMN Award -Silver Winner
10. Penerapan ISPS Code Tercanggih Di Indonesia - US Coast Guard - Ocean Week

Banyak banget informasi yang sangat berguna ini ternyata, bahkan kami juga diundang untuk mengikuti beberapa rangkaian acara EXERCISE ISPS CODE 2017. 

Apaan lagi itu ?

Jadi, saat itu ternyata TTL bekerjasama dengan seluruh fasilitas pelabuhan di wilayah Tanjung Perak mengadakan kegiatan Exercise ISPS Code 201. International Ship and Port Security (Code) adalah regulasi yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) sebagai lembaga keamanan pelabuhan untuk mengatur kegiatan dan prosedur yang harus diambil untuk menanggulangi ancaman keamanan di laut. Kegiatan ini merupakan latihan bersama dalam rangka penanganan pengamanan di wilayah pelabuhan Tanjung Perak.


Anang Januriandoko, Manajer QHSSE (Quality, Health, Safety & Security) TTL menjelaskan bahwa kegiatan latihan gabungan tersebut merupakan persyaratan bagi pelabuhan yang telah memenuhi standar ISPS. “Seluruh fasilitas pelabuhan (Faspel) berstandar internasional, wajib melaksanakan kegiatan ISPS maksimal 8 bulan sekali dan itu adalah persyaratan mutlak”, jelas Anang.

Sebagai penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, TTL telah mendapatkan lisensi dari ISPS Code berkode ID SUB-0018 bahkan The United States Coast Guard (US Coast Guard), angkatan bersenjata Amerika Serikat, mengunjungi TTL pada bulan Juni 2017 lalu untuk melihat penerapan ISPS di lingkungan TTL.

Kegiatan Excersice ISPS Code 2017 dihadiri oleh Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kepolisian Sektor Tanjung Perak, 9 Direktur Fasilitas Pelabuhan wilayah Tanjung Perak dan unit K3 diwilayah Tanjung Perak. Latihan gabungan telah dilaksanakan sejak 4 Desember 2017 dan puncak acara dilaksanakan tanggal 6 Desember 2017.


Sebagai perwujudan dari garansi mutu pelayanan dan lingkungan di TTL, maka pada usia ke -4 selain sebagai pelabuhan berlisensi ISPS Code, TTL telah mendapatkan beberapa sertifikasi mutu yaitu ISO 9001, OHSAS 18001, DAN ISO 14001.



Makin berat bray materinya haha.

Setelah itu kami diajak menuju ruang kontrol kendali untuk belajar bagaimana cara kerja para operator yang bertugas mengawasi Terminal Teluk Lamong dari ruang kendali kontrol.

Nyoba pegang aja. Dan alat ini udah otomatis kok hehe


Setelah capek muterin ruang kendali kontrol, kami dapat ISHOMA di tempat ini sebelum lanjut menuju agenda yang sangat aku tunggu-tunggu. Yap meng-explore Terminal Teluk Lamong dari dekat. Sebuah pengalaman yang sangat baru bagi ku. Sebuah angan-angan sejak tahun 2015 untuk bisa melakukan pemotretan dari atas ketinggian Crane. 

Setelah sampai di lokasi, aku begitu bersemangat untuk segera sampai di dalam ruangan operator Crane. Ruangan ini hanya bisa diakses oleh pihak yang berkepentingan dan tentunya yang sudah memiliki izin untuk memasuki area. Aku dipandu langsung oleh Mas Reka dan Mas Irfan menuju kabin Crane di ketinggian 35 meter.







Setelah puas melakukan penjelajahan di sekitar Terminal Teluk Lamong, para peserta diajak menemui Dirut TTL lagi untuk diskusi dan sharing session lebih mandalam.

Sebagai mahasiswa K3 saat diskusi aku mencoba beberapa pertanyaan tentang perihal manajemen K3 perusahaan ini. Dan ternyata emang bener banget perusahaan ini memang layak sebagai perusahaan percontohan untuk bidang K3 terutama untuk kluster Pelabuhan.



Rangkaian acara pada pagi hari ini akhirnya kelar juga, para peserta dijemput oleh kendaraan untuk menuju tempat beristirahat, Pop Hotel Gubeng. Disini aku ga langsung beristitahat menikmati empknya kasur hotel, tetapi setelah mandi aku langsung menuju Tunjungan Plaza 6 karena ada janji dengan salah satu vendor yang akan mengajak berkolaborasi besok sore. Gilak mepet banget, yaudah aku berusaha untuk bekerja secara profesional, padahal saat itu badan udah capek banget dan kondisi hujan di Surabaya semakin deras wkkw. Aman.




Fahmi Adimara

I'm a Travel Photographer. I'm passionate at Mountaineering, Traveling, and Diving. This blog is a place where I want to share all the things I love.

11 comments:

  1. Potone kok sak uprit Mi? Kapan2 kita hunting lagi ke London UK ya Mi 💂✈💂✈💂✈aamiiinnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini mau ta tambahin mbak, ta toning fotonya dulu hehe

      Delete
    2. Aaamiin semoga bisa ke UK bareng hahaha

      Delete
  2. Ya ampun itu endingnya dkasih poto pas nang nduwur mas. Kene mocone selak mikir iki arep mlumpat po yo haha

    ReplyDelete
  3. Paling mupeng sama photo yang paling bawah, sayang sekali saya gak kebagian ikut naik crane yang disitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sayang banget mas, padahal seruuu banget. Pengalaman paling seru bulan ini hehe

      Delete
  4. hahaha, lucu foto pas sepeda diangkat.. ada-ada saja sepede di dalam kantor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung bukan kapal yang diangkat bro wkwkw

      Delete
  5. Fotonya keren-keren dehh!! Makin berasa bkn di pelabuhan kalau liat foto fahmi, malah kayak lg di film2 amerika gtu macam optimus prime aja hahaha

    ReplyDelete