Pages

Kali Kedua Diundang Oleh Pesona Indonesia


Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan. Alhamdulillah kali ini kali kedua aku mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari Tim Pesona Indonesia Kemenpar dalam expedisi explore Kota Malang. Sebelumnya aku juga mendapat kesempatan yang sangat berharga ini bareng teman-teman travel influencer Indonesia lainnya.

Kala itu aku baru pulang dari menghadiri undangan untuk mengikuti perhelatan event global Local Guides Summit 17 yang diadakan oleh Google di Mountain View, San Francisco, California.

Baru aja sampai di Surabaya pagi hari, eh pada malam harinya aku mendapat telepon untuk segera mempersiapkan diri explore destinasi di Malang Raya. Berat sebenarnya aku harus ambil tanggungjawab ini, masih banyak kerjaan serta tanggungan yang harus aku selesaikan setelah aku tinggal ke California.

Tapi, saat itu aku berfikir bahwa tenagaku sepertinya lebih dibutuhkan oleh Tim Pesona Indonesia untuk agenda ini. Aku yakin mereka sudah mempertimbangkan secara sangat matang untuk mengutus beberapa traveler, instagrammers, bloggers, hingga youtubers yang harus bertugas untuk kesempatan ini.

Bismillah aku meng-iya-kan tawaran ini. Sampai dirumah, dua hari kemudian aku harus memulai perjalanan empat hari kedepan bersama para kawan baru Tim Pesona Indonesia.

Oh iya nama kegiatan ini sering disebut dengan nama "Famtrip Blogger". Namanya terlihat hanya blogger aja ya yang diundang, namun ternyata ga cuman blogger aja yang diundang. Ada beberapa cluster yang menjadi pertimbangan Tim Pesona Indonesia untuk memasukkan komposisi dalam tim ini.

Setelah berkomunikasi dengan Tim Pesona Indonesia, ternyata aku berada dalam satu tim dengan komposisi @joeadimara_ @anggaaaaar @debumalam @naana1704 @cewealpukat @ranselusang @amrisianturi

Dan mungkin bisa dikatakan sejarah dalam Famtrip Blogger kali pertama ada satu saudaraan dalam satu tim, aku berada dalam satu tim dengan adikku @joeadimara_

Hari Pertama.

Singkat cerita pada 7 November 2017 pagi aku harus bangun pagi untuk menyetrika beberapa kaos sisa yang masih ready, karena kemarin sangat mepet trip sebelumnya haha. 

Sampai di bandara, aku dipasrahin oleh Mas Ain untuk handel anggota tim yang berkumpul di bandara Internasional Juanda. Saat itu aku berangkat sendiri ke bandara karena @joeadimara_ akan menyusul langsung nanti malam ke Malang. Di bandara aku menunggu kehadiran @debumalam @cewealpukat dari Surabaya, @ranselusang dari Lombok, dan @anggaaaaar dari Yogyakarta. 

Di Juanda harusnya berangkat jam 11 siang, namun harus menunggu kehadiran @anggaaaaar yang menurut info pesawat yang ia tumpangi mengalami delay wkwk. Katanya sih delay-nya gara-gara burung. Akhirnya jam 2 tim dari Surabaya melanjutkan perjalanan ke Malang. Di dalam mobil yang aku semua orang pada tidur semua (kasihan Pak Sopirnya) hehe.

Sampai di Malang, kami mampir dulu untuk makan di Bebek Sinjay Malang. Disana kawan-kawan makan menu bebek dengan lahapnya (antara karena keterbatasan waktu dan kelaparan). 

Selanjutnya menuju destinasi Hawai Waterpark Malang. Disini kami harus merelakan dan harus menggigit jari karena waktunya yang tidak mencukupi. Tapi tak apalah paling ga udah pernah menginjakkan kaki disini wkwk *menghibur diri.


Setelah aku hunting foto diluar kawasan ini, demi mengejar waktu akan keterlambatan tim Surabaya akhirnya tim gabungan Pesona Indonesia melanjutkan perjalanan menuju Kampung warna-warni Jodipan dan Kampung Biru Arema. 

Kampung warna-warni Jodipan

Kampung warna-warni Jodipan
Kampung warna-warni Jodipan ini menurut cerita kalau ini adalah perkampungan yang kurang sedap dipandang mata, namun karena effort beberapa mahasiswa yang mempunyai ide kreatif membuat kampung ini dikenal oleh mata dunia. 

Kampung Jodipan adalah kampung yang digagas delapan mahasiswa jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diketuai Nabila Firdausiyah. Sekelompok mahasiswa ini menggandeng program corporate social responsibilities perusahaan cat untuk mewujudkan kampung tersebut. Mereka awalnya mendapatkan tugas praktikum Public Relations 2 dari dosen, lalu sekelompok ini yang tergabung dalam Guys Pro-lah yang memiliki ide brilian untuk menyulap kawasan kumuh ini menjadi penuh warna.

Bahkan tak jarang para bule yang datang berkunjung ke Kota Malang mewajibkan untuk mengunjungi Kampung Jodipan Malang.

Bagi yang suka hunting foto, salah satu scene yang menurut aku bagus adalah ketika ada kereta api yang melintasi rel kereta yang menjadi latar Kampung Jodipan. Untuk dapat foto seperti itu harus sabar untuk menunggu kereta lewat setiap 30 menit sekali. View foto yang dapat diambil dari jembatan yang menghubungkan Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, yang tak jauh dari Stasiun Besar Malang tersebut pemandangan lebih menyerupai kawasan Izamal di Meksiko, Nyhavn di Denmark, St John di Kanada atau bahkan Cinque Terre di Itali.


Kampung Biru Arema
Setelah puas melihat-lihat Kampung warna-warni Jodipan, aku melanjutkan untuk mengeksplorasi Kampung Biru Arema yang ada diseberangnya. Uniknya kampung ini adalah berwarna biru semua seperti warna khas Aremania, suporter Arema Malang. 


Langitpun mulai gelap, menandakan kami harus berpindah destinasi, seperti marathon kami harus memburu waktu supaya mendapatkan hasil foto yang bagus di destinasi wisata selanjutnya, Malang Night Paradise. Malang Night Paradise ini lokasinya satu area dengan Hawai Waterpark Malang tapi beda jam operasional. di Malang Night Paradise kami disuguhi bermacam-macam wahana dengan tampilan menarik dengan unggulan pernak-pernik lampu warna-warni. 

Dengan konsep yang mirip dengan Batu Night Spectacular, dan Festival Of Light. Tempat ini menjadi wisata baru di Malang karena dibuka baru tanggal 19 Juni 2017 lalu. Hadirnya Malang Night Paradise ini tentu saja menjadi angin segar khususnya bagi warga Malang yang haus akan hiburan malam. Tak heran jika Malang Night Paradise banyak direkomendasikan menjadi wisata malam di Malang yang wajib untuk dikunjungi. Apalagi, Malang Night Paradise ini termasuk yang pertama di Malang dengan wahana lampion berwarna warni dan memiliki bentuk yang unik-unik. Ada ratusan lampion dengan berbagai bentuk dan karakter, mulai dari hewan berukuran besar, bunga-bunga, dan karakter atau tokoh kartun. Selain sangat cocok sebagai tempat selfie yang kekinian, Malang Night Paradise ini juga memberikan wisata edukasi, jadi tak semata-mata hanya tempat hangout yang asik saja.








Setelah puas dan capek mengelilingi Malang Night Paradise, kami melanjutkan makan malam di salah satu resto terkenal yang memiliki night view Kota Malang. Pemandangan epic yang disajikan oleh resto ini memberikan pengalaman yang sangat menarik bagi kami semua. Saat itu aku pesan menu rawon iga yang porsinya udah kaya porsi kuli, gimana enggak porsinya mungkin kalau di Jakarta bisa jadi tiga porsi makanan haha.




Fahmi Adimara

I'm a Travel Photographer. I'm passionate at Mountaineering, Traveling, and Diving. This blog is a place where I want to share all the things I love.

No comments:

Post a Comment