Pages

Mengintip Sunrise Berlatar 3 Gunung di Kebun Teh Gucialit



Every day a million miracle begin at sunrise!

Bener juga sih quotes diatas, mulailah harimu dengan sunrise. Lah ga nyambung wkwk.

Teman-teman FAMTRIP Lumajang, memulai keseruan dengan hunting sunrise di Kebun Teh Kertowono Gucialit, Lumajang. Kami dengan penuh kesabaran akan menyambut Semeru dari balik pucuk-pucuk teh kualitas dunia di pagi hari nan sejuk.
Disekitar lokasi ini terdapat hamparan kebun teh yang sangat luas dengan hamparan daun-daun teh hijaunya yang sangat menyejukkan mata. Kami disini juga, dapat menikmati sejuknya udara kawasan pegunungan yang asri sambil menunggu munculnya sang surya dari ufuk timur. 

Sunrise Kebun Teh Gucialit 
Disini kami bisa melihat gagahnya beberapa gunung yang menjulang di Pulau Jawa. Satu sisi kami mendapatkan view kebun teh dengan latar belakang Gunung Semeru, dan satu sisi sebaliknya kami bisa menikmati view kebun teh dengan latar tiga gunung sekaligus, antara lain Gunung Raung, Gunung Argopuro dan Gunung Lemongan. Halimun tipis yang terarsir dengan sunrise menjadi pemanis yang menjadikan sempurnanya alam.

Sejuknya Gucialit
Demi untuk kami bisa melihat macam-macam pohon teh kualitas dunia, kami harus rela menaiki Jeep untuk melintasi jalan berbatu dan berlumpur karena terguyur lebatnya hujan dan menanjak. Selama perjalanan menuju ke lokasi P700 dengan badan yang masih setengah mengantuk, badan akan “dipaksa” untuk kembali bugar oleh guncangan ringan dari dalam mobil saat menjelajah medan yang terjal dan berliku. Beruntunglah, kami menjumpai pemandangan sunrise yang epic dari gardu pandang disekitar sini. 

Menurut info dari bapak supir Jeep, harga sewa Jeep dari homestay ke satu titik puncak berbeda-beda. Untuk sampai ke titik P700 ini sebesar Rp 600.000,- kemudian ke titik P74 sebesar Rp 400.000,- dan terakhir adalah titik puncak P101 yaitu Rp 700.000,-

Mas Sendy Berburu Landscape

Setelah puas diajari beberapa teknik foto landscape oleh Mas Sendy Fotografer Colours Magz (InFlight Magz Garuda Indonesia) akhirnya kami beranjak turun untuk melanjutkan aktivitas melihat pengolahan teh di dekat homestay


Perjalanan Turun

Jeep dan Masyarakat Gucialit
Masyarakat gucialit cukup ramah dan senang jika ada tamu bertandang, bahkan kami ketika saat turun, disuguhi setandan pisang hasil kebun mereka sendiri. Masyarakat disini mayoritas beragama Islam dan sangat menghargai adat dan budaya yang masih sangat melekat kerukunan diantara mereka. 


Foto Bareng
Berharap kedepannya semakin banyak yang berkunjung ke tempat yang menakjubkan ini. Sebelum meninggalkan tempat yang cukup epic ini, kami juga memaksimalkan kamera dengan membuat Photosphere landscape Kebun Teh Gucialit dan meng-upload-nya ke Google Maps. 

Foto real 360 Gucialit klik disini.


SneakPeak FAMTRIP Lumajang Pesona Indonesia




Fahmi Adimara

I'm a Travel Photographer. I'm passionate at Mountaineering, Traveling, and Diving. This blog is a place where I want to share all the things I love.

2 comments: