Pages

Why MT. Kinabalu Should be in Your Bucket List ?


Malaysia, Sebuah Negara yang terpusat di Kuala Lumpur inipun memiliki karakteristik yang hampir sama dengan masyarakat Indonesia. Negara Jiran yang terletak bersebelahan dengan Negara Indonesia sekilas memiliki kemiripan yang sama dan sangat terlihat biasa jika diceritakan kepada teman-teman sesama traveller. Berlibur atau sekedar main ke KL, Legoland, Penang atau bahkan muter-muter ke Malaka UNESCO World Heritage, hanya menjadikan liburan menjadi tambah mainstream. Padahal, jika ditelaah lebih dalam lagi, Malaysia memiliki opsi liburan yang menarik, coba tengok ke pulau seberang, Sabah yang ada bersebelahan dengan Kalimantan terdapat tempat wisata yang tak bisa kita sepelekan.

Yah, Salah satu pesona Sabah terletak di Gunung Kinabalu, dengan ketinggian 4.095 mdpl menjadi wisata alternatif dan menjadi daya tarik tersendiri bagi traveller domestik maupun internasional. Bagi yang hobi olahraga Mountaineering seperti saya ini harus booking jauh-jauh hari agar bisa mendaki gunung ini. Bahkan, meskipun baru saja diguncang gempa tahun lalu, Gunung Kinabalu tetap saja mendatangkan pesona bagi setiap wisatawan yang berkunjung.

Apa saja sih yang membuat Kinabalu menjadi salah satu dalam Travel Bucketlist  saya ?

1.  Kinabalu termasuk warisan budaya Dunia

Taman Nasional Kinabalu merupakan warisan Budaya yang tercatat dalam UNESCO World Heritage. Warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya bersama, bukan hanya gunungnya saja namun juga keanekaragaman flora dan fauna yang tinggal disana. Indonesia juga tak kalah dengan status ini, Pegunungan di kawasan Taman Nasional Lorentz pun juga memiliki status yang sama.

2. Kinabalu dengan 4.095,2 Mdpl

Ketinggian 4.095,2 mdpl digadang-gadang Malaysia menjadi salah satu gunung yang tertinggi di Asia Tenggara, padahal masih gugusan pegunungan Cartenz dan subrange dari Himalaya di Myanmar tak boleh dilupakan, bahwa masih ada yang lebih tinggi secara data statistik. Namun, Kinabalu masih tetap menjadi primadona para Mountaineer yang ingin merasakan atmosfer yang berbeda di kawasan ini, betapa tidak ? Kinabalu selalu dipromosikan dengan tawaran mendaki gunung dengan ketinggian kepala 4, yang lebih mudah dan murah dibanding kedua pegunungan tadi, menjadikan nilai tersendiri.

3. Manajemen yang Sangat Rapi

Saya angkat topi untuk profesionalisme yang diberikan oleh manajemen Taman Nasional maupun dari pihak swasta yang juga mengelola pendakian Gunung Kinabalu. Disini setiap guide terbagi tugasnya dengan baik. Setiap pendaki diberi ID Card yang harus ditunjukkan setiap masuk gerbang. Jam pendakian maksimal jam 10.30 waktu setempat, saya sempat merasakan profesionalitasnya ketika rombongan baru saja sampai tepat jam 10.30. Karena sebelumnya kami belum mendapatkan informasi seperti ini, akhirnya pihak swasta yang menjadi partner Taman Nasional merasa bertanggungjawab. Alhasil, rombongan kami mendapat free one night stay. dan dinner serta breakfast secara cuma-cuma. Mungkin kalau diuangkan bisa sekitar RM200, kami harus menunda pendakian selama sehari. Beruntung kami memberi jeda untuk pembelian tiket pulang. Bahkan kami sempat jalan-jalan ke Sumber Mata Air Panas Poring dulu. Lumayaan :)

4. Jalur pendakian bebas Sampah!

Nyaris tidak ada sampah berserakan di sepanjang jalur pendakian Gunung Kinabalu. Para Pendaki dengan kesadaran mereka sendiri membuang sampah di tempat sampah yang telah disediakan, bahkan setiap shelter terdapat tempat sampah yang rapi dan juga fasilitas toilet umum yang standart. Jadi kita tak perlu susah-susah mencari semak-semak seperti di gunung-gunung bumi pertiwi.

5. Ada penginapan diketinggian 3.200 Mdpl

Laban Rata Guest House menawarkan bermalam diatas ketinggian 3.200 mdpl menjadikan Kinabalu tambah menggiurkan di mata para pendaki maupun penikmat alam lainnya. Hotel ekslusif, dengan tempat tidur nyaman, full internet, bahkan kita bisa menikmati kopi atau teh sambil menikmati sunset dari ketinggian yang hampir menembus puncak Gunung Arjuno di Indonesia.

6. Safety First

Sebenarnya, track pendakian Gunung KInabalu bisa dibilang cukup mudah. 80 % jalur adalah anak tangga, mulai dari tangga kayu, tanah maupu yang terbuat dari batu. Handrail pun tersedia. Namun benar kata orang-orang, setiap tempat memiliki tantangan tersendiri yang tak mungin dimiliki karakter tempat wisata lainnya. Jalur berbatu yang jarang ditemukan di gunung-gunung Indonesia memberikan tantangan tersendiri. Bahkan ada beberapa titik curam, belum lagi ditambah angin kencang yang dinginnya menusuk tulang akan memacu adrenalin kita. Tapi tenang, selain profesionalisme yang tak hanya di mulut saja, track  Kinabalu disediakan berkilo-kilo meter tali tambang yang kuat sebagai pegangan hingga ke puncak. Safety First bro!

7. Sertifikat Pendakian Resmi

Sertifikat organisasi ataupun kepanitiaan mungkin hal yang biasa. Sertifikat berada di ketinggian 4.095,2 mdpl baru luar biasa. Cuma kalah prestise dari sertifikat tanah atau sertifikat keluaran KUA saja.

Ini beberapa foto hasil dokumentasi (sesuai mood) kemarin :

Jalur Bebas Sampah

Ajak terkasihmu untuk menikmati keindahan ciptaan Allah SWT

Para Pendaki Gunung Kinabalu

Low Peak Kinabalu Mountain















Fahmi Adimara

I'm a Travel Photographer. I'm passionate at Mountaineering, Traveling, and Diving. This blog is a place where I want to share all the things I love.

No comments:

Post a Comment