Pages

Romantisme Dieng Culture Festival 6


Mencintai Indonesia tak bisa hanya mencintai hamparan kekayaan alamnya saja, namun negeri ini juga memiliki seribu budaya lokal yang mampu menarik hati. Bentang alam yang mampu menarik para hati untuk datang, dipadu dengan keanekaragaman budaya yang mampu menghujam ke hati jua. Budaya lokal yang ada di Indonesia beribu-ribu ragamnya, salah satu yang paling direkomendasikan ialah Dieng Culture Festival. Sebuah pentas melestarikan budaya lokal yang bisa merukunkan dua desa di Dieng. Gotong royong masyarakat Dieng Kulon Banjarnegara dengan masyarakat Dieng Wetan Wonosobo menjadikan festival budaya ini semakin meriah.

Tau gak sih ? bahwa Dieng Culture Festival 6, perayaan budaya yang dihelat setiap tengah tahun ini mampu menarik hati 20.000 wisatawan domestik maupun luar negeri. Pengalaman yang cukup seru dan unik, apalagi setiap tahun saya berkesempatan untuk mengikuti event budaya keren seperti ini. Tahun 2014 DCF masih disediakan Camp Ground, dimana para peserta DCF bermalam dalam tenda-tenda yang sudah disediakan oleh pihak panitia. Gilanya lagi ialah ketika pagi hari kami menemukan bongkahan es yang menyelimuti tenda kami. Yah memang DCF selalu diadakan setiap musim kemarau, saat dimana suhu di Dieng mencapai puncaknya. Bisa dipastikan ketika perhelatan DCF ada moment bun upas atau embun upas yang minusnya bisa mencapai minus 2-4 derajat celcius, dan tahun lalu mencapai minus 2 derajat celcius. Brrr

Tahun lalu Dieng Culture Festival 6, seperti sebelum-sebelumnya yang pasti ditunggu oleh para traveler ialah suguhan Jazz Atas Awan atau masyarakat sekitar sini biasa menyebutnya dengan nama Jazz Kemul Sarung, gimana gak kemulan sarung lah nonton Jazz sambil diselimuti kabut tebal Dieng yang dinginnya bisa menusuk tulang. Tak hanya itu, yang paling ditunggu ialah atmosfir romantisnya menerbangkan ribuan lampion ke atas langit. Nerbangin lampion bareng-bareng dipadu dengan kerlap-kerlip bintang dan sesekali ada selipan pertunjukan pentas kembang api yang banyak layaknya moment tahun baru, asli memorable banget deh. Kalo ga mau nyesel seumur hidup, Jangan datang piyambakan Mas Mbak!

Acara puncak Dieng Culture Festival ialah ritual cukur rambut gimbal. Ritual turun temurun masyarakat setempat untuk memotong rambut gimbal dalam sebuah ritual adat klasik. Ritual ini lazim diadakan ketika anak yang memiliki rambut gimbal akan memotong rambutnya, yang menriknya ritual ini ialah anak tersebut harus dituruti segala permintaannya, kalo tidak rambut gimbal yang sudah dicukur bakal tumbuh gimbal lagi seperti semula. Ada yang minta TV, minta radio, minta kambing, dan lucunya lagi bahkan ada yang minta es lilin! (bisa dibayangkan selugu apa anak ini) 

Peserta Dieng Culture Festival juga dimanjakan dengan fasilitas masuk gratis beberapa tempat wisata nge-hits yang ada di sekitar dataran tinggi Dieng. Seperti venue utama komplek Candi Arjuna, Telaga Warna, dan Kawah Sikidang. Wisata sekitarpun tak kalah menarik hati seperti Batu Pandang, Bukit Pangonan, Puncak Sikunir, Telaga Merdada, Telaga Cebong serta Museum Kailasa yang mampu menambah experience baru para traveler. 

Kebetulan, saya berkesempatan bisa menikmati trek pendakian baru yang lumayan di Bukit Pangonan. Bukit di belakang Museum Kailasa ini memiliki landskap yang bisa disebut dengan lembah teletubbies. Hanya bermodal sekitar 2 jam lewat jalur persawahan dan membelah bukit menjadikan Bukit Pangonan pantas untuk dinikmati. Pas disini saya mulai curiga sudah 2 hari DCF kami tak menemukan momen bun upas seperti tahun-tahun sebelumnya, nah disini kami menemukan momen tersebut, hamparan padang rumput yang diselimuti kristal es akibat embun yang membeku. Suhu saat itu mencapai minus 2 derajat celcius, bahkan teman saya ada yang sempat terkena hipotermia. So, yang mau berkunjung ke Dieng dengan moment seperti ini, rekomended bawa jaket dan P3K standar pendakian / jalan-jalan di pegunungan. Tetap keep Safety bro!

Venue Dieng Culture Festival 6

Sudjiwo Tedjo di Dieng Culture Festival 6

Batu Pandang Dieng

Lembah Pangonan Minus 2 Derajat Celcius

Kristal Es Embun Upas

Camp Mate

Sampai Jumpa di Dieng Culture Festival 7

So, masih mau (ngelewatin lagi) Dieng Culture festival 7 tahun ini ? tunggu tanggal mainnya 5-7 Agustus 2016. See you there guys :)

Fahmi Adimara

I'm a Travel Photographer. I'm passionate at Mountaineering, Traveling, and Diving. This blog is a place where I want to share all the things I love.

2 comments:

  1. Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah aku bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259 atau klik dibawah PESUGIHAN TAMPA TUMBAL .

    ReplyDelete
  2. Romantis, emang kata yang sangat cocok untuk menggambarkan bagaimana suasana Dieng Culture Festival ini. Pas ke Festival tahun 2017 kemarin gue benr bener kagum sama setting panggunnya, keren banget!

    Main juga ya bro ke cerita gue tentang dieng di sini : Dieng Culture Festival

    ReplyDelete