Pages

Jomblo Mendaki Rinjani




17 Agustus ala Jomblo Nusantara

Siapa bilang Jomblo tak bisa menjadi pribadi produktif yg juga mencintai negeri? Ya, melalui status asmara dan hobi yang sama, para Jomblo Nusantara melakukan trip bareng ala backpacker ke Gunung Rinjani untuk memperingati HUT ke-70 Republik Indonesia tahun ini. Sebanyak 57 Jomblo dari berbagai penjuru Indonesia, dari Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan, Lampung, Batam, Sulawesi, Lombok dan Medan berkumpul jadi satu di meeting point yang telah ditentukan.

Bareng-bareng berangkat dari stasiun Lempuyangan jam 6 pagi para Jomblo sudah siap dengan carrier-nya masing-masing. Para Jomblo ini sangat antusias dalam trip ini, bahkan ada salahsatu peserta dari Kalimantan yang sudah tak sabar sejak sebulan sebelum keberangkatan. Selain itu, beberapa kawan ada yang berangkat menyusul dari stasiun Gubeng Lama Surabaya dan ada yang sudah menunggu di Bandara International Lombok.

Perjalanan diawali dengan naik kereta api bareng, dilanjutkan dengan menyeberang ke Bali menggunakan kapal Ferry melalui pelabuhan Ketapang. Di pelabuhan Gilimanuk para peserta trip sudah ditunggu oleh bus yang sudah dipesan sebelumnya untuk menyeberang ke Pulau Lombok.

Di Lombok kami menuju pool damri untuk menjemput kawan yang sudah ready disana. Perjalanan dilanjutkan menggunakan elf lokal menuju basecamp Sembalun Rinjani. Kami bermalam semalam untuk beradaptasi dengan suhu dingain kaki Gunung Rinjani.

Setelah sarapan pagi bersama dan briefing awal, kami di bagi dalam kelompok kecil. Perjalanan dari Pos Pintu Sembalun menuju Pos 2 membuthkan waktu 3 jam perjalanan. Panas terik matahari dipadu dengan trek savanna membuat banyak kawan kami yang terkuras energinya dalam perjalanan awal ini. Setelah sampai Pos 2 kami ishoma sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya.

Setelah cukup melaukan istirahat, kami melanjutkan perjalanan selama 2 jam menuju Pos 3. Treknya cukup menantang, setelah padang savanna dilanjut dengan trek bukit dan tanjakan berpasir membuat adrenalin kami semakin menjadi. Setelah sampai di Pos 3, kami mendirikan tenda untuk bermalam, sambil menunggu malam untuk hunting bareng foto Milky Way.

Pada jam 12 malam sebagian bangun untuk persiapan menuju Plawangan Sembalun dan Summit Attack, sebagian lagi masih istirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari.
Perjalanan setelah Pos 3 adalah melalui trek legendaris Rinjani, biasa dikenal sebagai 7 Bukit Penyesalan. Bukit berpasir dan cukup ekstrem yang harus dilalui sebelum menggapai Plawangan Sembalun. Tak hanya itu, bukit ini juga kanan-kirinya merupakan jurang curam.

Sesampainya di Plawangan Sembalun, kami disuguhi oleh warna-warni tenda dan sunrise dari ufuk timur. Selanjutnya kami istirahat sebentar mengumpulkan tenaga dan makan dari perbekalan yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah itu kami dipecah dalam beberapa team untuk melakukan Summit Attack. Kloter pertama berangkat duluan, sedangkan kloter kedua masih membutuhkan waktu istirahat sebelum melakukan Summit Attack.

Perjalanan menuju Summit Attack kami melalui trek berpasir dengan kemiringan 60-70 derajat. Tanjakan yang tak hanya berupa batu, namun berdebu serta angin kencang menjadi salahsatu tantangan tersendiri. Perjuangan ditambah ketika ada pendaki yang turun dengan cara berlari, sehingga menambah debu yang berterbangan ke arah kami. Untungnya kami sudah membekali diri dengan kacamata, masker dan track pole. Sekitar 4 jam perjalanan akhirnya beberapa kawan yang tergabung dalam team summit bisa meraih puncak tertinggi Gunung Rinjani. Dan sebagian lagi hanya bisa hampir summit.

Setelah melakukan summit, agenda selanjutnya adalah menuju Segara Anakan untuk bermalam. Dalam tengah-tengah perjalanan, sebagian kawan kami ada yang kelelahan dan hampir tersasar. Tetapi untungnya ada beberapa kawan dari tim survivor yang membawa peralatan logistik untuk membantu mereka. Kami yang tergabung dalam tim survivor membuat api unggun dan membuat kopi susu untuk bertahan dari dinginnya malam.

Pagi hari tepat tanggal 17 Agustus, kami berendam di mata air panas sebelum melakukan briefing dan melakukan persiapan untuk melaksanakan upacara bendera untuk mengenang jasa para pahlawan negeri ini. Tepat sekitar jam 11 siang kami melakukan upacara di tanah lapang dekat bibir danau.
Akhirnya cita-cita bersama kami, Merah putih berkibar menjulang diantara kabut Segara Anakan Rinjani. Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh para pendaki dan wisatawan asing lainnya. Banyak wisatawan yang mengabadikan upacara ini baik melalui media fotografi maupun videografi. Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir dan tepuk tangan haru dari seluruh petugas dan peserta upacara. Sebuah moment yang tak terlupakan bagi kami untuk menghormati para pahlawan negeri.

So, inilah foto-foto yang sempat saya abadikan :



Sebagian Jomblo Mendaki Rinjani diatas Kapal Ferry


Para Pendaki Jomblo Mendaki Rinjani 

Summit Attack Rinjani

65 Pendaki Jomblo Mendaki Rinjani 





Sampe rumah langsung ngebut bikin video official : https://www.youtube.com/watch?v=wyafeFpEtuY


Fahmi Adimara

I'm a Travel Photographer. I'm passionate at Mountaineering, Traveling, and Diving. This blog is a place where I want to share all the things I love.

No comments:

Post a Comment